Aku tak tahu (tentang Abu-abu)


Senja itu.. entah apa yang sedang berkecamuk dalam diriku…
menggenjot emosi hingga tak tertahankan lagi…
tuk pecahkan tangis…
dalam ruang.. dingin… sendiri… aku menangis…
Aku rasakan butiran air mata yang jatuh ke pipiku,
membuat perih di mataku seiring luka yang menganga dalam hatiku…

Semua tampak abu-abu…
bukan hitam, juga bukan putih…
tapi…

ABU-ABU…

bersama derasnya aliran darahku, air mata ini tak jua kunjung henti…

Ah, akhirnya berakhir juga masa tegarku…
waktu itu aku merasa menemukan sesuatu dalam diriku yang selama ini telah bersembunyi terlalu lama dalam tawaku…
Akhirnya… aku menyadari bahwa aku terlalu lama bersembunyi dalam topeng keceriaan…
akhirnya… perasaan itu mendorongku untuk meluapkan dalam tangis, bukan dengan tawa…

Tuhan telah berikan anugerah padaku…
memberikan hati yang rasanya lebih kuat dari baja,,,
tapi sekuat-kuatnya baja… ada masanya ia melapuk…

Dan pada akhirnya…
perasaan abu-abu itu tak bisa ku tahan sendiri…
orang yang ada disekitarku… memintaku untuk kembali berdiri, melangkah…
meski mereka jauh di sana,
dan kala itu, aku tahu mereka tak jauh dariku…

Apa yang kubutuhkan saat ini hanya harapan dan doa…
batuan tuk melompat lebih tinggi
menjauh dari abu-abu…
bukannya melihat HITAM…
tapi PUTIH…
itu yang kucari…

(Thanks for cheering me up !!!)

Bandung, 11.08.09
12:46 PM