Andai Aku Bisa


Burung pipit ini telah lama menanti…

kembali pulih dari patah sayapnya.

Burung pipit ini telah lama menanti…

waktu tuk kembangkan sayapnya lagi mengelilingi angkasa

Tapi dia belum mampu tuk kembali menjelajahi belahan bumi ini

karena sayap kecilnya yang rapuh tak mampu lagi mengangkat tubuhnya terbang tinggi ke angkasa

Diusapnya lembut sayapnya… dan berkata,  “Andai aku bisa terbang kembali…” dan ditatapnya langit yang membentang bebas, menantang alam…

Ini bukan maunya untuk tetap tinggal di dalam pelukan induknya, tapi yang ia mau adalah menantang alam yang mengajaknya bertanding…

Baginya hidup ini adalah tantangan yang semua makhluknya diuji dari alam, alam menyeleksi makhluk hidup, apakah ia mampu bertahan atau tidak?

Burung pipit yang kecil ini tak mau patah semangat,

meski terkulai lemah, dia terus mencoba mengepakkan sayapnya…

lagi dan lagi… ia tak takut akan alam yang menantangnya…

Entah bagaimana rasanya alam berpihak padanya, burung pipit tak menawar tantangannya, dengan segenap tenaga dikerahkannya untuk belajar terbang kembali… karena alam ini miliknya dan tetap berada dalam genggaman burung kecil itu, karena ia telah belajar dari alam tuk kuasai diri dari segala macam ancaman dalam diri…

Ia kuat…

Kepakan sayap terlebarnya menguak diangkasa…

terbang bebas… berseru pada alam yang mengajarinya tentang perjuangan

bahwa kata “Andai…” yang kau ucapkan dalam hati dengan segenap harapan dan perbuatan serta doa yang tulus, akan membawa pada satu titik di mana kau merasa dan berpikir dan melakukannya… seraya berkata,

“AKU BISA!”

Bandung, 11.10.09

10:00pm