Senandung Malam


Sejenak aku meletakkan pensil dan menjauhkan kertas kerjaku untuk menyapa dinginnya malam yang tak biasa hari ini… Hening…segenap makhluk hidup telah bersembunyi mencari kehangatan…

Kusapa diriku sendiri ; kusapa deritaku, kusapa tangisku, kusapa kesedihanku, kusapa kebahagiaanku, kusapa senyumku,

Kusapa wahai dunia yang memuja diri…

Kusapa pencipta dunia yang memuja hati…

“Apa kabar malam ini?”

Berkawan malam, aku merasakan derap langkahku melaju cepat seiring detak jantungku yang terus berpacu dengan waktu. Berkawan malam, aku merasakan senang dan sedih dalam satu waktu yang bersamaan, entah harus bagaimana mengekpresikannya…

Berkawan malam, aku mencoba menghacurkan bongkahan es di dalam diri yang membeku dalam belenggu jiwa. Berkawan malam, aku menari dalam sorotan cahaya bulan… “Aku pemilik panggung hidupku!” seruku. Berkawan malam, aku melihat diriku dari sisi gelapku… hitam ini milikku…

Berkawan malam aku berlari menyambut mentari… seraya bersenandung riang memecah keheningan malam… tuk sampaikan kabarku padamu…

Hingga habis waktuku tuk menutup mata, aku tak kan pernah berhenti bersenandung… berkawan malam.

Bandung, 14.10.09

11:33PM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s