Kanak-kanak


Khayalan masa kecil menggelitik otakku, pikiran polos nan jenaka mengumbar tawa. Mimpi-mimpi bertaut jadi satu, meski hanya seperti cerita dongeng belaka namun berkesan. Bermimpi menjadi dewasa di suatu hari nanti dan berlagak di dalamnya, memainkan peran dibalik cerita khayalan yang begitu adanya tanpa peduli apa jadinya nanti…

Pikiran polos anak-anak selalu membuat mereka ingin tahu, mencoba segalanya meski tahu bahwa nanti akan menangis dipelukkan ibunda dan lupa bahwa sebelumnya mereka sempat ditegur… tapi mereka selalu memamerkan senyum terbaik walau ompong…

Pikiran polos anak-anak makin lama makin luntur seiring berjalannya waktu, dan mimpi-mimpi yang dahulu telah menguap bersama kemurnian hati kecil…

yang ada hanyalah pikiran yang tak sepolos masa kecil yang murni dari hati yang paling dalam

yang ada hanyalah pikiran yang tak sepolos dahulu yang murni dari apa yang dilihat

dan mimpi yang seindah negri dongeng pun berubah mencekam…

Semakin dewasa entah mengapa makin sedikit bermimpi… apa karena negri dongeng sudah tak sesuai dengan usia?

Apalah bedanya?

Pantas saja masa kecil adalah masa-masa paling indah, karena dalam tiap langkahnya ia berjalan dalam negri dongeng dengan cerita yang indah… berjalan di taman bunga… memimpikan pangeran berkuda putih… menyelamatkan sang putri dari kutukan…hingga berbuat baik dengan sesama… betapa kuatnya atmosfer saat itu…

Dewasa ini, kita bisa menciptakan negri dongeng dengan ceritamu sendiri… menampilkan sesuatu yang indah dalam cerita akan membuat semangatmu menjadi dua kali lipat… karna energi positif yang masuk dalam dirimu akan membawamu dalam kehidupan yang kamu inginkan…

Bermimpilah selama nafas berhembus, mimpi bukan hanya milik kanak-kanak… sewaktu-waktu kita bisa mengubah pola pikir kita kembali pada masa kanak-kanak dan bertanya, “Apa sebenarnya yang kuimpikan?” Kumpulan mimpi itu akan membawamu pada harapan yang besar…

Dan hiduplah seperti anak-anak yang tak pernah berhenti bermimpi dan selalu berani mencoba meski terjadi kesalahan namun ia tak kan pernah lagi sama,

Kanak-kanak akan lebih mudah memaafkan dunia bila sesuatu tak sejalan seturut kehendaknya, namun ia tetap tak mau menyerah bila belum mendapatkan apa yang ia mau… salah atau benar…. tangis akan mudah berganti tawa dan melupakan yang terjadi dibelakang…

Dan yang terpenting, kanak-kanak selalu menginginkan cerita yang happy ending…

Tuntunlah dirimu, bila hingga tiba waktunya tuk menutup mata kau akan tersenyum bak malaikat… penuh damai karena kau mengakhiri ceritamu seperti negri dongeng… “Happy ever after…”

15.10.09

1:30PM