Buku


Aku bilang pada buku itu bahwa aku sedang menanti datangnya lelaki itu…
maka aku sengaja tak beranjak dari halaman itu dan terus kubaca sampai kuhafal tiap katanya
Si buku berkata padaku, “Untuk apa kau menantinya? yang membuatmu seharian tetap berada di kisah ini…”
Aku merenungkan kata-katanya…
halaman buku itu masi tebal. dan aku baru membacanya separuh. dan tak kulanjutkan lagi
“Kau buang -buang waktumu saja… masih ada yang lebih menarik di halaman berikutnya, Manis..”
Tapi mulutku selalu menyanyikan lagu ini, “Lepaskanlah ikatanmu dengan aku biar kamu senang, bila berat melupakan aku… pelan-pelan saja….”

Tapi dia tak kunjung datang, buku itu sudah hampir di makan rayap… dan lagu itu tetap menggema….

menggantung,,,,