Suatu senja di ruang tamu


Kala itu aku bersadar pada kursi tua yang sudah reot. Perlu bahan baru atau diganti dengan sofa yang empuk agar aku bisa bersandar dengan nyaman…

Betapa galaunya hatiku ini, surat tak ada, telpon juga, apalagi pesan elektronik… huh. Cahaya lembayung pun mulai masuk melalui tirai jendela. Angin pun mengibaskannya lembut.
Aku mulai terkantuk…
Rasanya aku sudah hilang kesempatan.
Tak ada lagi kesempatan yang datang menghampiriku dan mengetuk pintu itu…
Di sisi jalan pun nampak lengang… rasanya aku ingin merogoh lagi harapan-harapan yang tersisa… tapi kapan ia datang?
Kembali menikmati hari, merasakan empuknya kursi tua ini…

Aku berjanji, bila suatu saat kesempatan itu datang lagi, aku dengan segera membukakan pintu lebar-lebar karena dialah alasan selama ini aku menunggu di ruang tamu ini…

dan entah mengapa lagu ini terus tengiang, dan kembali terulang di benakku selama ku menunggu…
“Too late for second guessing
Too late to go back to sleep
It’s time to trust my instincts
Close my eyes and leap

It’s time to try
defying gravity
I think I’ll try
defying gravity
Kiss me goodbye
I’m defying gravity
and you won’t bring me down…”

Tidak. tidak seharusnya aku begitu…
I won’t say goodbye to you…

18.30 PM