Tidak Semudah Membalikkan Telapak Tangan


Apa sih yang kau pikirkan?
Seenaknya melucuti pikiran orang dengan kata-katamu yang jelas-jelas tak ada benarnya.
Bukti apa yang kau tawarkan dari setiap kata ucapanmu?
Kau ingin mengambil apa dari mereka?
Tak cukupkah dengan apa yang kau miliki hingga kau dengan kejinya meracuni otak mereka.

CUKUP!
Telingaku ini tak sanggup mendengarnya terus…
Pengaduan yang tak tertanggapi oleh bibir mereka yang tak sanggup membela
Apa aku harus bergerak?
maju melawan pemberontak?
meski bukan aku yang merasakannya tapi hatiku bergejolak!
Gerah dengan segala permainanmu…
ucapan licik yang sengaja kau lontarkan, membuatku muak.

Aku harus bergerak demi mereka,
karena siapapun di dunia ini semua sama saja.
Memangnya kenapa kalau kau lelaki dan aku perempuan? sama saja kan derajatnya?
Tapi aku tidak akan meminta “mata ganti mata”
Maaf saja aku bukan tipe main kasar…
Bermain dengan kelembutan dan keceriaan bisa kupergunakan sebagai cara untuk mengecohmu.
Tapi semua itu tidak semudah membalikkan telapak tangan,
semua ada prosesnya…
Awal-akhir.
tunggu saja.

20.20