Jalan yang Benar


Which one do you choose?

Hidup.
Pilihan.
Hidup kita merupakan pilihan yang dijatuhkan oleh dua insan yang saling mencintai. Yang kemudian kita kenal sebagai Ayah dan Ibu.
Kita lahir di dunia pun memiliki alasan dan kita punya misi sendiri untuk mengemban cita yang sudah terucap saat tangis pertama.
Bahkan langkah pertama kita sudah menentukan arah hidup kita mendatang. bagaimana kita memulai proses melangkah, itulah yang perlu kita catat. Dan sinar yang datang masuk ke pupil mata terasa hangatnya melihat dunia. Kita melihat kehidupan. kehidupan kita yang nantinya kan kita hadapi masing-masing dalam balutan kasih.
Sampai kita bisa mendengar, bisik demi bisik yang terus memaksa untuk mengeluarkan suara. Detik demi detik yang terbuang dalam proses tumbuh kembang. Dan waktu yang tak bosan-bosannya berputar, dan hari-hari yang berlalu menuakan kita.

Tangisan pertama, pandangan pertama, bisikan pertama yang kita dengar, dan kata pertama yang kita dengar adalah harapan. Harapan itu muncul sejak awal kita mulai melangkah.

Dan saat ini, ketika waktu mendewasakan kita. Pilihan itu muncul di hadapanmu. Ingat. harapan itu ada di tanganmu. Langkah awal sangat berarti. Ketika kita meraih pintu itu, kita tak bisa langsung mundur dan mencoba pintu yang lain. Tapi kita harus menyelesaikan apa yang sudah kita mulai.
Ketuklah dulu pintu yang ingin dimasuki. Bila kehidupan tidak menjawabmu, berlalulah… Terkadang kita tersesat pada kehidupan karena apa yang sesungguhnya yang jawaban yang kita dengar tidak berasal dari dalam lubuk hati kita.

Segala sesuatu pada awalnya menyimpan harapan. Kau harus memegang erat harapan itu. Jangan sampai tercerai berai saat kau memulai langkah selanjutnya.
Apa harapanmu?
Tentukan dan temukan jalan dengan pemandangan yang kau sukai…