Saat kau di sini


Kau selalu membuatku merasa tersanjung,
tapi kau juga pernah membuatku terluka.
Kau bukan lelaki sempurna, tapi dari ciptaan Tuhan
engkaulah yang nampak sempurna di hatiku,
membuatku tak peduli berapa jumlah hartamu, tak peduli dengan ketampanan dirimu
pesonamu dan jiwamu bangkitkan rasa yang dulu terkubur lama.
Bak bunga mengembang, kau bersemi di tanah yang tandus.
Tak merasa ku kekurangan air, tak merasa ku jauh dari langit,
karena kau bersamaku di sini,
Butiran derita berlahan menguap,
deritaku mampu kau hapuskan dengan goresan rasa sayang
Hanya kau yang mampu menenangkan hatiku,
meski kau berulang kali menyakitiku.

Semua rasa ada padamu.
itu yang ku sadari sekarang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s