Rejeki Datang


Rejeki mungkin bisa dicari, tapi rejeki datang sendiri dari kemampuan yang kita miliki di dunia. bagaimana cara kita mengembangkan talenta yang kita miliki, yang bisa mendatangkan rejeki. Dengan skill yang kita punya kita bisa “menjual diri” dengan skill kita. Dan pada akhirnya nanti pekerjaan yang mencari kita, bukan kita yang mencari pekerjaan. Dan rejeki seperti jodoh saja, nggak akan ke mana. Skill kita seperti apa, rejeki yang kita dapat setimpal dengan apa yang kita berikan oleh orang lain.

Tapi pada awalnya, ketika kita hanya membantu orang dengan tulus ikhlas. Tuhan sebenarnya sudah menyiapkan suatu kejutan, suatu tebusan buat kita, suatu bayaran buat kita yang membuat kita merasa surprise dengan bayaran yang berlipat ganda dari pekerjaan yang kita lakukan tanpa pamrih itu. Tuhan tahu, dan dia seperti menabung pundi-pundi amal kita di dalam kantongnya. Dan kemudian bila saatnya tiba, Tuhan telah membuka jalan untuk kita yang membayar jerih payah kita yang tadinya bagai “pahlawan tanpa tanda jasa” menjadi pribadi yang dinilai lebih oleh orang lain.

Sekali lagi rejeki nggak akan lari ke mana. asal kita bisa menempatkan diri pada tempatnya, bukan main ambil tempat orang maka rejeki akan datang sendirinya, mengalir. Bahkan Tuhan telah menyiapkan kejutan kecil dalam kantong celana yang habis dicuci kering, yaitu uang yang masih bisa dipakai walau keriting-keriting.πŸ˜€