Pertanyaanku


sebenernya apa yg sedang dipertanggungjawabkan? haruskan BERHENTI dan memikirkan kembali ‘ketidak-jelasan’ ini? Terkadang semangat ini tidak didukung dengan sikon yg tepat.

Ya! Mengapa semangat ini tidak didukung dengan situasi dan kondisi yang tepat? Aku berusaha menunaikan tugas yang diberikan. Aku tahu kapasitas diriku dan aku sudah memberi tahumu sejauh apa aku bisa melakukannya. Dan saat kau memahami aku, aku mengerti.
Namun, seiring berjalannya waktu, semua menjadi tak dapat kupahami. Semua yang awalnya fokus, sekarang nampak buram. MELEMPEM. Semangat yang dulu ada, berangsur-angsur memudar
Ketika aku sudah berjalan selangkah lebih maju, kau malah melepaskan peganganku. Lalu kau malah mendorongku. Hingga aku jatuh terjembab menanggung beban ini sendiri. Tapi aku bukan makhluk individu yang bisa menjalani hidup dengan bahagia. Teman-temanku ini datang dan mengangkatku. Semangat mereka sama dengan semangatku. Mungkin karena umur yang sama dan kami memiliki cita-cita yang sama untuk langkah ini. Dan saat itu, terserah kamu mau mendorong aku lagi hingga aku terjatuh atau mencaciku sekalian, aku sudah tak peduli. Ada teman-temanku di sini yang membantu dan menjaga semangatku membara.

Dan ada yang berkata, “Lebih baik berhenti, daripada kamu mempertanggung jawabkan yang tidak jelas. Nanti akan memalukan saja. Dia memang begitu, mengangkatmu, lalu menjatuhkanmu.”

Kata-kata itu menusuk dan masih sering kupikirkan. HARUSKAH AKU BERHENTI? tapi aku miris melihat semangat yang tidak tertata seperti ini. dan kami sama-sama tidak punya daya, yang berkuasa selalu yang punya daya. kami di sini hanya sebagai “orang kecil” yang mungkin belum terlihat. tapi semangat-semangat ini menunjukkan bahwa kami ingin menjadi “besar” lewat karya cipta kami yang mulai bergelora karena ada KESEMPATAN.

Namun, apa daya ketika ada kesempatan dan semangat tidak didukung dengan situasi yang memadai?
Ini sama saja seperti mematikan mimpi anak-anak kecil.

Suatu senja di kamar no. 8
Bandung.