#1 Ini Ceritaku, apa ceritamu? Singapura here we go!


Hai, post ini agak terlambat diturunkan. Karena notabene saya sudah ada di Indonesia lagi, lebih tepatnya sudah di Bandung dan sedang menjalani hidup sebagai mahasiswa yang sedang sibuk-sibuknya mengerjakan tugas di akhir semester. Berhubung, malam minggu dan saya bosan ngeliat tugas di komputer saya pun mulai menulis ini saja ya. oke. ikuti terus… Live like we’re Singaporean!😀

PERJALANAN PERTAMA KELUAR NEGERI
Mau tau? Saya sudah minta ijin ke ortu dari semester 4 kalo ga salah ingat, saat angkatan 2007 yang berangkat ke negeri Singa ini. memang ini program salah satu mata kuliah di kampus. Well, saya udah tertarik dari awal. Dan sesegera mungkin saya memberi tahu orang tua saya tentang hal ini. tentu saja menyangkut yang namanya finansial. Well, mereka setuju. Dan setahun kemudian… tepatnya beberapa bulan yang lalu, saat tahun angkatan saya membuka pendaftaraan untuk Studi Profesi ke Singapur. Oke. Saya minta ijin lagi dan hasilnya “TIDAK”. Sedih, nggak juga si… Saya juga kasian dengan orang tua saya yang selalu memfasilitasi hobi saya. Terima kasih.. huhuhu. Dan beberapa hari kemudian, saya mendapat telpon dari mama saya dan beliau mengatakan, “Ga apa apa dek kalo mau berangkat. Lagian kapan lagi kamu keluar negeri, kalau sama keluarga udah ga bisa pergi rame-rame, mahal…” Oke. Singkat cerita saya jadi berangkat ke negeri Singa itu… WUSSSSSSSSS…. Untungnya saya selalu stand by passport dari tahun 2008. hahaha.

Pengalaman pertama keluar negeri bersama 16 teman seangkatan. Sangat-sangat menyenangkan. Mulai dari menukar uang bersama di GMC (Golden Money Changer), di mana kami menukar duid rupiah segepok dan hanya mendapat 3-5 lembar uang SGD (yang nilainya $50-$100!) seorang teman saya sampai berkata, “Aduh, rasanya ga pede bawa duid cuma 5 lembar.” hahahhaa..

DAY 1 (26 Mei 2011)
Berangkat!

Subuh-subuh sekitar jam 5 pagi di halaman kampus tercinta. Berangkat dari Bandung menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Well, kami tidak mendapatkan tiket terbang dari Bandara Husein Bandung.

Sudah lama ga naik pesawat ceritanya apalagi yang keluar negeri belum pernah sama sekali. Awalnya bagasi, diurusin oleh sama dosen. Habis itu disuruh ngisi form gitu buat nanti diserahkan di Imigrasi saat tiba di Singapura dan kembali lagi di Indonesia. oke, kami patuhi saja itu semua. Habis mengisi form kami langsung mengantri di Imigrasi dan siap dicek. hohoho… Deg2an coi, ga tau kenapa deg2an.. takut ada apa-apa. maklum perdana. :p Oiya, sebelumnya, si dosen memberi skenario, nanti klo ditanya mau ngapain di singapur jawab aja ” We’re on vacation” okelah madam! nurut aja.🙂

Sekitar jam 12an. pesawat Lion Air terbang membawa kami ke Singapura. lancar jaya lah penerbangannya. (ups, bukan ngiklan lho) Sampai di Singapur. Excited banget! HOREEEE! Akhirnya keluar negeri hahahaa… ndeso. Ngantri Imigrasi lagi. Lalu ambil bagasi. Eh, pas di toilet rasanya pengen nyobain minum air di keran langsung, tapi malu. nanti aja ah. hehehe. langsung kami ambil bagasi dan bis yang di sewa siap mengantar kami kepenginapan.

Ada yang aneh begitu keluar dari pintu bandara. HUUUPPP! Apaan ni? pengap kayak jakarta aja. kayak di daerah Ancol.

arrived at CHANGI Int. Airport

mejeng habis ngambil bagasi

Oke bis berkapasitas 47 orang ini hanya diisi 19 orang. jadinya ada yang duduk satu satu ada yang duduk di belakang sendiri. panas coi!
jarak ke Bandara CHANGI ke penginapan yang letaknya si Bukit Timah, jauhnya lumayanlah. kami melewati banyak bangunan tinggi yang merupakan daerah tempat tinggal yang disediakan oleh pemerintah. semacam rumah susunlah. banyak. beberapa blok jalan gitu. asik banget si jadi singaporean. ckcckkk… Lalu melewati gedung-gedung perkantoran. Jalanan di sana lancar, ada rambu-rambu di mana pengendara harus menaati kecepatan yang ditentukan.

Oke, sampai dipenginapan yang namanya Salvator Army. Alamatnya di Bukit Timah Upper Road 300 sampe apal ini, soalnya sebelum mulai jalan-jalan kami dipastikan hapal nama penginapan kita, setidaknya klo hilang masih bisa pulang. hahaha.
Di penginapan itu cuman numpang taruh koper, habis itu kami lanjut jalan-jalan ke Orchad Road yang beken itu. Tancaaappp!

Sebelumnya kami makan dulu di dekat penginapan. yaaaa gitulah makananya mah $3-$5 lah… Dan saat mau beli makan inilah, salah seorang teman saya menyadari bahwa uang yang dibawanya bukanlah dollar singapur melainkan dollar america! wkwkwk. ketuker amplop sama punya bokapnya. haha. kocak, dia panik.
habis makan baru naik bis dari halte dan mencari nomor bis yang menuju Orchad Rd. Berhubung di antara kami cuma dosen yang punya kartu kemana saja (Kartu buat naik BIS-MRT-atau beli makanan junkfood seperi BurgerKing, McD, dll) dengan sekali “TIIITTT” (maksudnya suara alat sensor) kami sudah bisa mendapatkan makanan. dengan sekali “TITTTT” kita sudah membayar tiket masuk kereta dan bis. Okelah… di awal kami membayar manual. Baru ketika sampai di Orchard Rd kami membeli kartu berwarna biru itu seharga $12 dengan isi $7 ya kayak beli kartu perdana gitu. nanti bisa isi ulang. cara isi ulangnya yaitu, ada semacam mesin atm di mana kita mengisi kartu itu dengan uang. terserah mau berapa, asalkan kelipatan $10. uang kertas atau koin $10 diselipkan di tempat yang sudah disediakan. dan SELESAIII.. udah ada uangnya lagi di kartu itu. KEREEEENNNN… Tuhkan ndeso lagi…
Well, ada kartu ini kita bisa kemana-mana.

Oke, waktunya jalan-jalan di Orchard Road. tentu saja hal yang tidak akan terlupakan adalah foto-foto di depan ION mal. trus ke Lucky Mall yang letaknya di sebrang jalan. tapi kita ga bisa nyebrang langsung kayak di Indonesia yang seenak udel. hahaha. nyebrangnya harus lewat underground. di underground ya sama aja si, kelanjutan dari mall, banyak tokonya juga. Dan teman saya yang salah bawa uang itu menukarkan USD nya ke SGD. hahaha. mantap! Ternyata, eh ternyata, teman saya yang lain memiliki tujuan khusus kenapa ke Lucky Mall. di saat teman dan dosen mencari nomor lokal di 711. Temen saya (anak-anak cowok) itu masuk ke toko yang judulnya “HOUSE OF CONDOM” oke. Saya juga ikutan masuk. pengen tau. isinya gitu toh, mainan-mainan. seperangkat “alat tempur” wkwkwkwkwkk..

Saya, Mita, Sasa dan Rani akhirnya memisahkan diri dari rombongan. habis capek nunggu-nunggu, kami kan juga mau liat-liat pemandangan. hahaha. kami masuk ke toko baju. ke sana kemari. masuk ke toko coklat “The Chocolate Trees” menarik bangettt!!! bikin galauuuu.. hahahahahaa… oke. kami liat berbagai jenis coklat. mulai dari yang ada di Indonesia, sampe yang ga ada di Indonesia. Saya waktu itu beli Jelly Bean. udah lama ga makan, seingat saya dulu banyak di Indonesia. Saya beli yang udah langsung jadi. Temen saya, Mita pengen 2 rasa, melon sama apaaa gitu lupa. hehe. Dan di sinilah saya mulai melakukan hal memalukan. always happend, begini… saat mau ambil Jelly bean yang kiloan gitu. si Mita udah siap dengan kantong plastik di bawahnya untuk menampung Jelly Bean yang akan jatuh nanti saat saya tarik salah satu bagian tempatnya. oke, “PULL” dan saat itu saya jadi grogi akan bahasa inggris. ragu apakah Pull itu dorong atau tarik. hal pertama yang saya lakukan adalah mendorongnya. ga ada reaksi. oke berarti ditarik. akhirnya saya tarik dengan indahnya. dannnnn WERRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR puluhan Jelly Bean mengalir deras ke dalam kantong plastik dan saya refleks menutupnya kembali. dan Kami ketawa berengggg, hampirrr penuh plastiknya. dengan berlagak sok polos, saya memberanikan diri ke penjaga toko. aduhhh, ni penjaga toko kok ya ga bantuin ya. hahahaha… akhirnya saya berkata, “I think it’s too much..” sambil ngeliatin sebungkus plasti isi jelly bean hijau rasa melon. hahahaa. si mbak-mbak penjaga akhirnya memasukkan jelly bean ke dalam tempatnya lagi. dan kami diberi kantong plastik baru, masih sedikit terpingkal-pingkal. Mita akhirnya mengambil alih, dan dia menarik pelan-pelan sehingga keluarlah satu persatu Jelly Beannya. hahaha. Selesai! tapi masih menyisakan tawa. Hahaha.
Lagi. giliran Rani yang aneh aneh aja ni. udah bayar coklatnya trus tiba-tiba pengen minta tuker. Dan yang disuruh ngomong pun sayaaaa! Dengan bahasa Inggris seadanya. dan Ya bisa dituker. legaaa…
segeralah kami keluar dari toko coklat itu dengan tawaaa… dan melihat waktu yang semakin dekat dengan pukul 9 malam yang artinya waktu berkumpul di di depan Takashimaya. sambil nunggu jam 9. kami berempat mencicipi es $1… rasanya di sana $1 itu murah. asalkan tidak diitung dengan nominal rupiah karna jatuhnya ya digenepin jadi Rp 7000. Ada banyak rasa Strawberry, Mango, Vanilla, Durian. Saya pesen rasa Choco Mint pake roti. ada pilihan lain pake wafer, atau cone. Rasanya? UWEENAAKKK.. hahaa.. lucu banget julanannya pake motor.

Choco Mint with Bread, @ orchad

Lanjut dari makan es. kami merasa antara lapa dan ga lapar. lalu kami memutuskan ke Foodcourt, sambil nunggu jam 9. di sana ketemu beberapa teman yang juga lagi makan. Kami berempat keliling foodcourt liat-liat makan apa yang disajikan di sana. oke. kami malah memilih martabak. iuran. karna pengen ngemil-ngemil doang. ga taunya banyak juga hahah. ada kejadian lucu juga di sini. Penjualnya bisa bahasa indonesia. senangnyaaa, logat-logat melayu gitu. Kami ketawa lagi saat melihat adegan di mana dia memecah telor langsung diatas adonan dan langsung pula diaduk dengan menggunakann… tangan! wahahahhahaa.. kami pura-pura tidak lihat ah. jorok ya. wkwkwkwkk.. udah gitu, kami lihat-lihat menu. ada yang namanya TEH HALIA. Kami dengan semangat pengen nyobain. dan..
Kami (K) : “Teh Halianya satu”
Penjual (P) : berhenti bikin martabak “Kamu tahu apa arti teh halia?”
K : “Nggak”
P : “Klo ga tau kenapa pesen?”
K : “Pengen tahu..”
P : “Teh Halia itu teh=teh.. halia=jahe…”
K : “Aaaaa.. ga jadiiii… hahhahaaa… teh tarik aja deh”
Akhirnya teh tarik pun di pesan. dan ternyata teh tariknya PANAS. Good.

hahaha. pokoknya hari pertama di Singapura ini sudah menimbulkan banyak tawa. kita lihat hari esok ada apa dengan rute ke Universal Studio Singapura dan China Town. Stay tune terus ya… hhehehehee

Selamat malam minggu,
daripada menggalau, mending ngeblog…
hip hip
Salam Teh halia.. wkwkwk