Untuk Ibu Pertiwi yang Tak Henti-hentinya Berlari


Minggu ini temanya Surat Cinta. Shock! pertama kali si dosen ngasi tugas bikin surat cinta buat nanti kita bikin moving text-nya gitu. Okey, this is so hard for me. karna dilain sisi, pengen bikin surat cinta yang lebay yang banyak rayuan gombal, semacam, “Kamu suka menjahit ya? Pantes kamu pinter merajut hatiku… ” hwhwhwhw… awalnya pengen kayak gitu, sumpah. udah ngumpulin jenis-jenis pekerjaan, buat bisa diterusin, ada lagi, “Kamu lagi naik mobil ya?… Pantes dari tadi ada yang klakson-klakson hatiku.” gombal ria emang tema yg hot dan digemari banget. cuman buat ini, lagi pengen serius ih. ga tau kenapa. hhwhwwhww.. ya udah,pada intinya si saya bikin surat cinta juga. hmmm… mirip puisi, tapi jadi ragu apakah ini termasuk surat cinta atau nggak. Pokoknya nikmatin aja.

“Untuk ibu pertiwi yang tak henti-hentinya berlari,
Dua dekade tlah kulalui, pada mulanya kulihat banyak sekali senyum terlahir dari kandungmu
Begitu aku mengerti,
yang kulihat hanyalah sebuah jeritan tangis dari para pejuang yang dahulu mencoba mempertahankan cintamu.
Katanya bangsa ini adalah bangsa yang besar.
YA! Gedung yang besar, di mana mereka duduk di kursi kebesaran mereka.
Dengan jas kebesaran, mereka berjalan melenggang di jalan yang besar tanpa mempedulikan rakyat kecil.

Ketimpangan selalu terjadi, saat kau berlari mereka menanti, menanti saat di mana mereka bahu membahu meruntuhkan dan memutar-balikkan ideologi Pancasila.
Mereka enggan menyisihkan sebutir beras untuk rakyat kecil kala pekerjaannya dihempaskan begitu saja bagai kapas.
Mereka tak lebih dari seekor banteng, yang emosinya mudah terpancing dan tidak dengan penuh rasa kemanusiaan mencari target untuk ditancapkan pada tanduknya.
Menggunduli beringin yang tak lagi membuat sejuk suasana “Bhineka Tunggal Ika” karena mereka telah memutuskan rantai hingga adanya kegamangan social
Mereka pikir mereka adalah bintang penerang kegelapan,
nyatanya mereka adalah bintang dari penyebab gelapnya negri ini, yang selalu mengatas namakan Tuhan.

Ada apa dengan negri ini?
Meski negri ini jungkir balik, kau tak lelah berlari,
meninggalkan mereka yang menyatakan diri sebagai orang yang maju
namun mengambil langkah bisu saat membuat berita palsu.

Kau terus berlari mengejar semua cintamu demi kelangsungan hidup bangsa ini.
Hingga tak terkalkulasi lagi jaraknya, bangsa ini mungkin tak jua kunjung menyadari betapa besar cintamu dan membalas mencintaimu juga menjagamu.
Dan dengan indahnya kita bisa berjalan beriringan.
Dan untuk mereka yang berani mencintai negri ini, menjaga cinta itu agar tetap menyala bagai mercusuar yang mampu membimbing kita menjalani hidup. . .
Demi masa depan yang baik dan tak kan pernah berpaling. . .”

YEEEAAAHHHH.. how bout the moving text? lagi otw dibuat nih. ntar dikasih linknya deh di youtube… hwhwhwh.. Tapi kayaknya perlu dicompress lagi ni, kepanjangan, biar ga repot nanti buatnya. hwhwhw
selamat malam dunia malam galau.
semakin galau. semakin ku merindu. (yaelah)

–Febrina Widihapsari–
Di kamar no.8 yang dirundung kegalauan.