Pelajaran dari Perjalanan


Hari ini adalah hari terakhir kehidupan nomaden sebelum saya memulai magang. Yeah. mulai besok Senin, tercatat tanggal 16 Januari 2012 saya resmi jadi anak magang di Studio Grafis, Cabe Rawit Bintaro. Yeeee!!

Singkat cerita, sebelumnya dari liburan Natal n Tahun Baru saya cuma di rumah, di Solo. Lalu ada kejadian itulah (kalo yang belum baca dibaca) hehe… kejadian yang bikin saya nge-down setengah mati… untung aja cuma setengah. Setengah mati-setengah idup. Hati ini rasanya seperti Power Supply CPU yang rusak. haha. perlu diganti. Sekalianlah nambah VGA hati, biar makin kenceng semangatnya.

Tercatat hari rabu, tanggal 3 Januari, beruntungnya aku mendapat hiburan. Sekeluarga memutuskan untuk pergi ke Batu, Malang. Ada apa di sana? tentu saja Ke Jatim Park. WOW.. kalo yg belum pernah ke sana. wajib ke sana lah. recomended abis. Ntar deh di post tentang Jatim Park. Dari Batu Malang, lanjut ke Lamongan, wisata pantai. Gelo, dari gunung turun ke pantai. trus ke surabaya. trus pulang ke Solo. Nah dalam perjalan pulang itu saya dapet kabar kalo hari Seninnya, saya harus interview buat magang.
Otomatis deh. Dalam waktu semingguan kemarin saya melakukan perjalanan : dari Solo, semalam di Malang, semalam, di Surabaya, semalam di Solo, semalam di kereta, semalam di Bandung, lalu besoknya ke Jakarta dan menginap SEMALAM di sana. YA YA YA.. terserah kalian mau bilang apa. Capek si tapi seneng dan udah biasa gini… Puji Tuhan masih diberi kesehatan sampai sekarang.🙂

perjalanan

Dari perjalanan nonstop sebagai manusia nomaden, ada beberapa pelajaran yang saya petik. Serius nih.

PELAJARAN PERJALANAN #1

Pada tau kan Raditya Dika dan buku barunya Manusia Setengah Salmon. Ya, saya salah satu pengikut setia kisah2 konyol dia.
Di bab akhir yang judulnya “Manusia Setengah Salmon” saya tersentuh banget. Pas banget dengan keadaan saya saat ini. Parah! begini :
“Setiap tahunnya salmon akan bermigrasi, melawan arus sungai. Perjalanan Salmon ini tidak gampang. Di tengah berenang banyak yang mati kelelahan. Namun, salmon-salmon ini tetap pindah, apapun yang terjadi.
…….. Hidup sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu dengan yang lainnya. Kalai pindah diidentikkan dengan kepergian, kesedihan menjadi sesuatu yang mengikutinya. Padahal untuk mencapai pencapaian lebih, kita tidak hanya bertahan di tempat yang sama. Tak ada kehidupan lebih baik tanpa melakukan perpindahan. Mau tak mau kita harus seperti ikan salmon. Tidak takut perpindahan dan berani mewujudkan harapan.”

Gila itu kata-katanya berhasil bikin saya merasa dicabik-cabik. Hah! tumben si Raditya Dika nasehatnya bener gini. heehe (ampun Bang!)
Ya, kalo menengok kisah di awal tahun ini, sepertinya saya memang harus merencanakan perpindahan itu. Walaupun berat. Tapi yakinlah pelan-pelan pasti bisa menutupi luka hati ini.
dan saya kerap kali hidup nomaden dari satu daerah ke daerah lain sepanjang hidup saya. jadi benar kata dia. “Hidup sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu dengan yang lainnya.” Dulu jaman masih sekolah, kalo tiap pindah kota dan otomatis pindah sekolah juga hal yang saya lalukan adalah menangis. gila! cemen banget waktu itu, merengek-rengek ga mau masuk sekolah. Terkadang yang ada dibenak itu sesuatu yang baru itu sangat mengerikan! Apa yang harus saya lakukan?! Untuk urusan perpindahan sekolah itu saya sudah terbiasa, jadi saat SMA sudah tak ada tangis-tangisan, dan bahkan saya sudah menikmati perpindah itu. Tapi untuk urusan perpindahan hati nampaknya saya belum terbiasa. Karena ini yang pertama! Ga juga si, dulu SMP sebenernya pernah pacaran cuman ga jelas yaa. puppy love gitu. cuman yang kali ini.. Aduhhhh amit-amit dah rasanya. Ga ga mau lagi.

PELAJARAN PERJALANAN #2

Waktu itu kalo ga salah lagi perjalanan dari Malang ke Lamongan. Di mobil nyetel radio. trus tiba-tiba si penyiar ngomongin masalah angka “0” (nol atau kosong).
Tentu saja kita semua mengerti bahwa segala sesuatu akan terlihat fungsinya bila dalam keadaan kosong. Seperti gelas. Gelas adalah gelas bila dalam keadaan kosong ia akan diisi dengan air. Sama halnya dengan hidup. Layaknya bila kita pergi isi bensin, pasti ada mas2 ato mbak2 yang bilang “Mulai dari 0 ya” Bukan hanya pertunjuk literan bensin yang diisi namun maknanya setara dengan “Maaf Lahir Batin”.
0 itu keadaan di mana kita kosong, bersih, titik nol. dan 0 itu masa di mana kita bisa memanfaatkan segala sesuatu dan menjadikan semua menjadi bermakna. Ada waktu luang, ya kita manfaatkan buat nulis blog misalnya.
Begitu juga dengan HATI. EAAAA.. Mau ga mau balik ke hati. APAKAH HATI KITA SELAMA INI SUDAH BENAR-BENAR KOSONG? Karena ketika hati itu masih menyisakan sesuatu di dalam, tentu bila ada seseorang yang ingin masuk ke dalamnya tidak dapat mengisi penuh. Ia harus berbagi, dan mungkin dia ga tau kalau tempatnya tidak utuh di tempat pemilik hati.
Ada yang pernah berkata, entah siapa lupa, jadi begini :
“Jangan mencintai orang dengan setengah hati, jadi jangan salahkan dia yang mengisi setengah hatimu lagi.”

YA! I get it! Sial! lagi-lagi pas banget dengan kondisi hati ini. Semesta mendukung. Dan semesta mendukungku untuk terus bangkit berdiri menjalani mimpi yang sempat tertunda.

Perpindahan bukan hanya masalah pindah. Seperti pindah kos, (yang sedang saya lakukan karena mau ke jakarta) tentu saja kita akan mengemas barang-barang kita. sampai kamar ini benar-benar KOSONG. Dan balik lagi masalah KOSONG. Kamar ini bakalan SIAP dihuni kalau sudah benar-benar bersih dan kosong. See. HATI KITA mestinya gini. harus benar-benar kosong untuk siap menerima seseorang lagi. Aihhhhhh… Dan pastikan jangan ada yang ketinggalan. Karena ketika kembali untuk menemukan yang tertinggal, terkadang sudah tak sama atau bahkan tak ada. Tak ada rasa cinta yang sama ketika kembali, kecuali si pemiliknya menyimpan baik-baik.

Dan sekarang, setelah aku mencoba mengosongkan hati. walau belum sepenuhnya kosong. Di hati saya sudah ada yang menghuni, yaitu JAKARTA. lho! boleh saja kan.
Semangat itu datang dari mana saja. Ketika down. bacaan favorit saya adalah karangan Donny Dhirgantoro. Ya ini pengarang Indonesia kebanggan saya.

“Seperti hidupmu yang tidak sempurna. Kamu janji.. kamu tidak akan menyerah. Cintai impianmu. Cintai Kerja kerasmu. Cintai hidupmu dengan berani, jangan menyerah dan jangan pernah berputus asa.“ (2 hal. 415)

Ya. aku punya mimpi. Besok saya akan mulai menjalani mimpi itu. Magang di Jakarta. Thx God.
dan semoga tidak ada yang mengganggu pikiran saya lagi.

Belum pergi tapi saya sudah merindukan Bandung dan kos ini. Pasti saya pulang ke sinilah. karena harus menyelesaikan kuliah sehabis magang ini. Bandung udah jadi rumah saya yang kesekian. Dan hati saya tak berhentinya mengisi kekosongan. Agar tak ada ruangan kosong, yang bisa membuat suasana hati ini mengambang.

Sampai jumpa. Semoga saya rajin nge-blog pas magang nanti.
Wish me luck.

3 jam sebelum berangkat.
14:45
di kamar kos no 8

Peace and Love,
Febrina Widihapsari