Perasaan


Sampai kapan kita berlomba-lomba menyalahkan sang waktu yang mencoba memisahkan, menciptakan jarak, dan dengan bijaknya berkata “Nanti pasti ada saat yang tepat”? Bagaimana kalau selama ini justru perasaanlah yang datang terlambat atau bahkan perasaan yang dirasa itu tidak tepat.

 

Peace and Love,

Febrina Widihapsari

Bandung, 24 Jan 2013

1:07 AM

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s