Dear You…


DKV 2008

19 Januari 2013, waktu itu hampir tengah malam. Saat kami semua, para DKV 2008 duduk melingkar di depan TV Villa Jason Istana Bunga. Mungkin ga semua DKV 2008 dapat berkumpul malam itu Setidaknya di tengah malam yang dingin itu kami bisa menghangatkan malam itu dengan keakraban kami yang sudah terjalin selama 4,5 tahun. Pikiran dan hati kami dihangatkan kembali dengan kenangan yang pernah kami lalui bersama. DKV angkatan 2008.

Dan ketika seorang teman meminta sharing. Di situ pikiran saya udah ke mana-mana. Kalau otak ini direkam kayak udah roll film yang di rewind dengan cepat. Wuzzz balik pas pertama kali ke Bandung…

Masih jelas dalam ingatan saya, pertama kali mengginjakkan kaki di Bandung dan tinggal di sebuah kos dengan kamar yang dalam sejarah perjalanannya sering jadi tempat nunggu kuliah, numpang tidur, sampai nitip barang dan bahkan cuma buat nupang ke WC.

Inget banget pas itu nelpon ke rumah sambil nangis-nangis bilang, “Mau pulang…” Baru sekali dalam sejarah. Me? crying like a baby di telpon apalagi nangis ke ortu. (Wew baru segelintir orang banget yang pernah liat seorang Rina nangis. Haha…) Waktu itu pengen pulang karena rasanya sepi. Yaiyalah baru sehari di Bandung, ngekos, ga ada sodara, dan ditengah padatnya Bandung, teman aja masih dalam itungan jari. Kejam banget hidup. Ngerasa cupu banget dah waktu itu, kenapa? 3 tahun sebelumnya aku baik-baik aja tinggal di asrama sekolahan, eh baru sehari di Bandung minta pulang. Tapi asli, transformasi dari SMA-Kuliah berasa banget. Apalagi adaptasi dari kota kecil ke kota gede begini, butuh keberanian yang ekstra buat merasa nyaman di zona nggak nyaman ini.

Satu persatu teman terkumpulkan, makin banyak, makin banyak, nambah terus temennya.

Dari situ hampir seluruh angkatan 2008 kenal baik. Mulai main-main bareng, pergi, ngerjain tugas, karokean, makan, nge-villa sampe waktu itu bisa menjaring 23 orang buat nonton bareng The Avengers.  (lain kali harus lebih banyak!) Semua yang pernah kita jalanin bareng-bareng ini kompak banget rasanya.

Banyak orang di luar sana yang melihat kita dari sisi kekompakan. Kita perlu berbangga punya hal ini dan perlu mempertahankan kekompakan ini sampai kapanpun. Sampai Pak Willy menulis begini dalam e-mail nya waktu itu pas jamannya ngasih tau format proposal TA. Beliau menulis begini :

“Jangan pelit-pelit sama temennya ya. Please, pay it forward. Perbuatan baik teruskanlah, terlebih kepada teman seperjuangan!

Tunjukin bahwa kalian kompak (khususnya angkatan 2008, dari awal sampai akhir tetep solid).

Sukses ya. GBU all.”

Sampai tiba waktunya ngelihat temen-temen 2008 yang sebagian udah pada lulus dan wisuda. Seneng banget liat mereka pake toga. Rasanya pengen dibeliin bunga satu-satu. Lalu mereka yang sudah lulus sudah jalan masing-masing, dan saya? hanyut dalam TA begitu pula yang lainnya. Berasa banget from kunang-kunang (kuliah-nangkring) to Kupu-kupu (Kuliah-pulang). Berjuang menyelesaikan TA bareng temen-temen tercinta, berhasil lulus bareng mereka.

4,5 tahun bukan waktu yang singkat. Dalam sejarah hidup saya, kota Bandung menjadi kota terlama yang pernah saya singgahi (maklum nomaden). Dan saya bangga banget bisa kenal dan berbagi kisah ajaib dan konyol yang mungkin banyak aibnya bareng kalian. Dan kalianlah yang membuat saya merasa memiliki keluarga di sini dan berhasil tidak membuat saya pulang ke kampung halaman pada saat merengek minta pulang waktu itu. Then, it’s make me so in love with Bandung. And if I could, I do want to stay here any longer. (BRB cari suami orang bandung. Hahah)

Dan, ingat kawan. Kita semua punya mimpi. Mimpi yang mungkin akan terwujud besok, lusa, bulan depan, setahun, 2 tahun, ataupun 10 tahun lagi yang mungkin sudah kita tuliskan di selembar kertas yang tersimpan rapat di “Time Capsule” yang disimpan oleh teman kita Melvin.

Kotak Mimpi Kita 2008

Kotak Mimpi Kita 2008

4,5 tahun dan sebagian besar dari kita angkatan 2008 sudah lulus. Ini bukanlah akhir dari pertemanan kita yang solid. Ke-solid-an kita bakal diuji. Kita bakalan ngerasain yang namanya Long-Distance-Friendship itu ga kalah menyiksanya dengan Long Distance Relationship! hehe. Dengan adanya “Time Capsulle” kita sudah membooking untuk 10 tahun lagi dan melihat mimpi-mimpi yang sudah tertulis itu atau mungkin nanti ada reuni-reuni kecil yang sengaja dan tak sengaja, misalnya saat menghadiri resepsi nikah salah satu dari kita. hahahaaa

Saya mengutip dialog dari salah satu film favorit saya The Perks of Being Wallflower, this is Charlie’s last letter :

We Are Infinite 2008

We Are Infinite 2008

 

 

Emang sedih harus berpisah, udah lulus kuliah, pasti mulai makin sibuk mempertanggung jawabkan kehidupannya masing-masing. Perasaan yang paling dalam ketika harus mengucapkan apa yang tertinggal di dalam kita. Saya percaya ketika air mata teman yang waktu di villa sedang dalam kondisi ‘tidak sadar’ merupakan ungkapan terdalam yang ada di dalam lubuk hatinya (nomention, you-know-who-lah ya haha). Yang kita lakukan hanya tertawa mencoba menutupi kenyataan. Sedih karena kuliah masa kuliah sudah usai, sedih ketika masa masih bisa  ngumpul banyakan seperti ini hanya bisa. Sedih ketika masa HAHA-HIHI-HOHO-HUHU bareng temen kampus kayak gini bakal kita terus nantikan. Dan ingatlah waktu-waktu terbaik yang pernah kita lakukan bersama.

Our pictures will be old photograph someday

Our pictures will be old photograph someday

Pada akhirnya saya cuma bisa bilang, “Saya bangga bisa kenal kalian, bisa lulus bareng kalian.” Thank you for being my family in here. WE ARE INFINITE DKV 2008! Buat yang masih berjuang di kampus juga teruslah semangat, jangan segan kalau butuh bantuan. Saya masih stay di Bandung dan kos di tempat yang sama! Keep in touch ya. Kalau nikah undang-undang haha.

Thank you for all photograph from random photographer, foto sapa aja ni? Ferdi Richardo, Melvin Pranata Xugiman, Irvan Raditya. Fotonya bisa berkontribusi di blog ini. Thank you!

Peace and Love,

Febrina Widihapsari

(designer who write)

26 Januari 2013, 5:48 PM

menjelang malam minggu terkahir bulan Januari sambil memutuskan masa depan