Perasaan

Sampai kapan kita berlomba-lomba menyalahkan sang waktu yang mencoba memisahkan, menciptakan jarak, dan dengan bijaknya berkata “Nanti pasti ada saat yang tepat”? Bagaimana kalau selama ini justru perasaanlah yang datang terlambat atau bahkan perasaan yang dirasa itu tidak tepat.

 

Peace and Love,

Febrina Widihapsari

Bandung, 24 Jan 2013

1:07 AM

 

A Good Relationship

For me the good relation has a reciprocal relationship. There is not a one-sided relationship. Slowly but surely. Just make sure everything is appropriate and according to the capacity of existing self. There’s a bond in between of relationship. Just imagine if there is no bond in between. what will happen? 

Peace and Love,
Bandung, 24 Jan 2013
12:48 am bedtime writing

Be Brave

Berani jadi salah satu tema besar kejadian setahun lalu. Highlight 2012 lalu itu memang seputar sebuah keberanian. BERANI mencintai dan meninggalkan, BERANI mencoba hal baru, lingkunan baru, partner baru, BERANI mememperjuangkan dan meraih mimpi yang mungkin jadi garis besar perjalanan hidupku dan pendidikanku saat ini.

Belajar menjadi pemberani nggak mudah. Ketika kamu baru memulai hal baru dan butuh adaptasi dengan segalanya. Semua serba membingungkan. Berani memulai sesuatu yang belum pernah kita lakukan, awalnya layaknya seperti memakai kacamata baru dengan minus yang berbeda. Saat awal kamu pakai kacamata itu, kamu akan merasa tidak berpijak dengan tepat. Dan matamu belum terbiasa dengan apa yang kamu lihat, dan kamu berusaha beradaptasi dengan baik, menjadikan pandanganmu semakin jelas dan pijakanmu semakin kuat. just like when we’re crawling.

Berani sebenarnya masalah seberapa kuat kamu berpijak dan memiliki pandangan yang kuat. Ketika kamu berpijak dengan kuat, kamu akan merasa tidak pernah salah tempat, atau hatimu tidak pernah tergoyahkan untuk meraih apa yang kamu inginkan. Berpijaklah pada iman, berpijaklah pada kepercayaan dirimu, berpijaklah pada sesuatu yang kamu cintai, berpijaklah pada sesuatu yang membuatmu bisa kokoh. Dengan diseimbangin dengan pandangan yang jelas untuk membuat pikiranmu semakin terbuka dan tak terbatas. If you have faith inside of you, you never be a coward.

Berani itu ketika setahun yang lalu kamu berani mengahiri sebuah hubungan dan tidak ada yang perlu kau takutkan lagi ketika kau berhadapan dengan dia, tidak perlu lagi ada yang perlu dipertanyakan ataupun disesali dan tak pernah menyalahkan siapa-siapa ataupun keadaan.

Berani itu ketika setahun lalu kamu berada di lingkungan baru dengan gaya hidup dan latar belakang orang yang berbeda total dari yang biasanya kau jumpai. Tapi kamu berani menghadapi tantangan kejamnya ibu kota itu hingga akhirnya mendapatkan ruang di hati dan pikiran mereka.

Berani itu ketika kamu sedang menyelesaikan Tugas Akhir kuliahmu dengan segala tekanan yang ada. Pada saat itu kau sudah berani untuk tidak menyerah dan dapat menyelesaikan sampai akhir.

Berani itu ketika selama 6,5 tahun kamu sudah berani meninggalkan rumah demi menempuh pendidikanmu dan di saat yang bersama kamu harus mempertanggung jawabkan kebebasanmu. Sebab berani itu memiliki peluang kebebasan yang lebih dengan berani menanggung konsekuensi dan komitmen yang sudah ada.

Berani itu saat kamu memutuskan meninggalkan zona nyamanmu dan dengan pasti kamu merasa nyaman di zona tidak nyamanmu. Itu yang baru saya jalani untuk mencoba berani menemukan kenyamanan di zona tidak nyaman.

Terakhir, berani itu ketika kamu tidak pernah sekalipun berpikir untuk menggoyahkan imanmu terhadap Tuhan, dan berani tidak menentang dirimu sendiri.
Dan terkadang kamu harus berani memutuskan hal dengan cepat seperti menekan “Skip Ads” pada Youtube untuk segala sesuatu yang membuat pikiranmu bercabang. Keep your mind away from something may come to distract your mind and heart.

Sekarang, berani kah kau ungkapkan isi hatimu?

21 Januari 2013
12:24 AM
dari kamar no. 8

Peace and Love,

Febrina Widihapsari

Ten Principles of Good Design by Dieter Rams

,

Dieter Rams once asked himself if his design was good. A simple but insightful question. Soon afterward he came up with a sort of checklist of commandments that is still of use today.

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

By the way, am I the only one who thinks the new WordPress makes it really difficult to post in such a tiny box. Also uploading photos was a lot easier when we could dump all the photos in at once.

View original post

Kisah Nyata : Pelayanan Seorang Romo Michel-Marie

Lux Veritatis 7

Ini adalah kisah seorang imam di Paris, Romo Michel-Marie, yang sangat mendedikasikan diri bagi pelayanan umatnya. Ia selalu menggunakan cassock agar ia dikenali sebagai seorang imam dan agar ia bisa berteman dengan siapa saja. Ia selalu ada di ruang pengakuan dosa, dari sore hingga tengah malam.

Hal apa lagi yang ia lakukan demi melayani umatnya?

Silakan membaca kisah berikut untuk lebih lengkapnya, dan mari kita berdoa agar semakin banyak imam yang seperti Romo Michel-Marie ini. Artikel tersebut saya dari artikel yang berjudul Fr. Michel-Marie, a Cassock in deep Marseille (silakan diklik), dengan pengubahan seperlunya.

—————————————————————–

Paus Benar : Segala Sesuatu harus Dimulai Secara Baru dari Kristus

Oleh Marina Corradi

[Seseorang dengan] tunik hitam yang bergerak kesana kemari di sepanjang Rue Canabiere, diantara kerumunan yang Father Michel Marielebih [kelihatan seperti] Maghrebi daripada Prancis, membuatmu berbalik. Lihat, seorang imam, dan berpakaian seperti dahulu, di jalan-jalan Marseille. Pria berambut gelap, tersenyum, namun dengan sesuatu yang…

View original post 1,310 more words